KESIAPAN REMAJA PUTERI DALAM MENGHADAPI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DITINJAU DARI KUALITAS DAN KUANTITAS KONSUMSI PANGAN

Amalia Safitri

Abstract


The optimal quality of human resources is determined by the time of fetal development started until the age of two years (1000 days of the first life). The success of its development is influenced by several factors; some of them are the quality and quantity of food, especially for adolescent girls, to reach the normal nutrition status. Girls need to pay more attention to their health especially to their nutritional status before pregnancy because this may affect the nutritional status of baby born. The purpose of this study was to see the readiness of adolescent girls in facing 1000 days of life by looking at the quality and quantity of their food consumption in accordance with balanced nutrition. The data were taken from the Individual Food Consumption Survey (SKMI) taken in 2014, to evaluate at the diversity, proportion and adequacy of consumption among adolescent girls aged 10-18 years. The result shows that in terms of diversity, it was categorized as “good” (82.5 percent), but for the proportion was  22.7 percent, and for consumption sufficiency, indicated  good was 30.3 percent. When viewed from the food consumption in term of quality and quantity (combined diversity, proportion and adequacy) showed that adolescent girls who met the criteria were still very little (6.7 percent). This study concluded that the preparedness of adolescent girls in facing 1000 days of life is still low especially their food consumption. It is paid to be attention from all parties that nutrition improvement during teenager and pregnancy periods is priority.

 

ABSTRAK

 

Kualitas sumber daya manusia yang optimal ditentukan dari sejak dalam kandungan sampai usia anak dua tahun (1000 hari kehidupan). Keberhasilan pencapaiannnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kualitas dan kuantitas makanan  terutama bagi remaja puteri, agar status gizinya baik. Remaja puteri perlu lebih diperhatikan karena status gizi mereka pada saat sebelum hamil dan masa kehamilan berpengaruh terhadap status gizi anak. Tujuan dari analisis ini adalah untuk melihat kesiapan remaja puteri dalam menghadapai 1000 hari kehidupan dengan melihat kualitas dan kuantitas konsumsi yang sesuai dengan gizi seimbang. Data analisis menggunakan data dari Survey Konsumsi Makanan Individu (SKMI) tahun 2014 yang melihat keragaman, proporsi dan kecukupan konsumsi pada remaja  puteri kelompok umur 10-18 tahun. Hasil analisis didapat bahwa dari segi keragaman sudah banyak yang baik yaitu sebesar 82,5 persen, dengan proporsi yang seimbang masih sedikit yaitu 22,7 persen, begitu juga bila dilihat dari kecukupan konsumsi, masih sedikit yang baik (30,3 persen). Bila dilihat dari kualitas dan kuantitas (gabungan keragaman, proporsi dan kecukupan) remaja puteri yang memenuhi kriteria baik masih sangat sedikit yaitu 6,7 persen. analisis ini berkesimpulan bahwa kesiapan remaja puteri dalam menghadapi 1000 hari kehidupan masih kurang terutama bila ditinjau dari konsumsi sehingga perlu adanya perhatian dari berbagai pihak agar dapat memberikan prioritas dalam perbaikan gizi remaja pranikah dan ibu hamil.

 

Kata kunci: remaja puteri, konsumsi, status gizi


Keywords


adolescent girls, pregnant women, consumption

References


Kementerian Kesehatan RI, Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2008.

Kementerian Kesehatan RI, Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2010. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2010.

Kementerian Kesehatan RI, Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013.

Octavia.L, Karyadi. E, Alisjahbana B, Wijaya M. Status Mikronutrien Remaja dengan Riwayat Barat Badan Lahir Rendah. JGP. 2015; 10(2):1 – 8.

Departemen Kesehatan RI, Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT). Jakarta: Balitbangkes. 2004.

Sofiati EL, Permana Sari Y, Permaesih D, Safitri A. Tingkat Pengetahuan Gizi dan Kesehatan Serta Status Gizi Remaja Siap Bereproduksi. [Laporan Penelitian]. Pusat Teknologi Terapan dan Epidemiologi Klinik Balitbangkes. 2014.

Sudikno dan Sandjaja. Prevalensi dan Faktor Risiko Anemia Pada Wanita Usia Subur di Rumah Tangga Miskin Di Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Kespro. 2016; 7(2):71 - 82,

Kristina TW. Hubungan status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di kabupaten bantul, Tesis. Ilmu Kesehatan masyarakat UGM. 2015.

Prabandari Y, Hanim D, Cilmiaty R, Indarto D. hubungan kurang energi kronik dan anemia pada ibu hamil dengan status gizi bayi usia 6-12 bulan I kabupaten boyolali. Jurnal PGM. 2016;39(1):1 – 8.

Kementerian Kesehatan RI, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 25. Upaya Kesehatan Anak. 2014

Departemen Kesehatan. 2002. Panduan Makan Untuk Hidup Sehat. Direktorat Gizi Masyarakat, Jakarta

Huybregts L, Roberfroid D, Lanou H, Menten J, Meda N, Van Camp J, Kolsteren P. Prenatal food supplementation fortified with multifle micronutrients increase birth length : a randomized controlled trial in rural Burkina Faso. Am J Clin Nutr. 2009;90(6):1593 – 600.

Hardinsyah. Review Faktor Determinan Keragaman Konsumsi Pangan. JGP. 2007; 2 (1):55 – 74.

Kementerian Kesehatan RI, Pedoman Gizi Seimbang. Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan RI, Jakarta 2014

Kementerian Kesehatan RI, Panduan Makan Untuk Hidup Sehat. Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat, 2002.

Poromaa, IS. Effect of obesity on human reproduction. Acta veterinaria Scandinavia. 2015. Volume 57 Supplement 1: Keynote Presentation.

Sakamaki R, Toyama K, Amamoto R, Jun Liu C, Shinfuku N. Nutritional knowledge, food habits and health attitude of Chinese of university students-a cross sectional study. Nutritional Journal. 2005; 4(4):1-5.

Safitri A, Basuni AJ. Ernawati F. Konsumsi makanan penduduk Indonesia ditinjau dari norma gizi seimbang. Jurnal PGM. 2016;39(2):87 – 94.

Yani VD, Emilia O, Kusnanto H. Persepsi Remaja Terhadap Faktor Penghambat Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Di Puskesmas Gambok Kabupaten Sijunjung. Jurnal Kespro. 2014; 1 (1):34 – 45.

Rosdarni R, Dasuki D, Waluyo SD. Pengaruh Faktor Personal Berpengaruh Terhadap Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. National Public Health Journal. 2015; 9(3): 214 – 221


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 GIZI INDONESIA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.