BEBERAPA PERTIMBANGAN BEBERAPA INDIKATOR UNTUK MENENTUKAN KEBERHASILAN PROGRAM ELIMINASI GAKY DI INDONESIA

Jonathan Gorstein
| Abstract views: 683 | views: 265

Abstract

Pemeriksaan TGR (Tyroid Goiter Rate) yang dahulu dianjurkan oleh WHO (1993) kini sudah tidak dianjurkan  lagi.  Tulisan  ini  membahas  mengapa  TGR  tidak  diajurkan  lagi  dan  Urine  Iodium Exretion (UIE) terbukti merupakan indikator yang lebih akurat untuk menilai keberhasilan program yodisasi garam. Pemeriksaan TGR terutama melalui palpasi pada kelenjar tyroid di leher tidak akurat karena beberapa hal.  Pertama, pemeriksaan melalui palpasi sangat bervariasi hasilnya karena sangat subjektif terutama pada petugas kesehatan yang kurang pengalaman dan latihan dalam melakukan palpasi. Kedua, karena terjadinya pembesaran kelenjar tyroid  membutuhkan waktu yang cukup lama, dan kembalinya kelenjar tersebut kebentuk normal juga membutuhkan waktu pula, karena itu Totasl Goitre Rate (TGR) tidak mencerminkan status yodium saat ini tapi lebih mencerminkan kekurangan yodium di masa lampau. Pada beberapa kasus, perbesaran kelenjar tyroid bahkan tidak dapat kembali ke bentuk normal. Penilaian yodium melalui urin atau UIE  dapat  dijelaskan  secara  ilmiah  dengan  melihat  data  yang  disajikan  pada  makalah  ini. Penilaian UIE berarti menilai yodium yang berasal dari makanan dan minuman yang dikeluarkan memalui urin. Dengan demikian penilaian UIE mencerminkan keadaan yodium saat ini. Untuk individu, jumlah yodium di urin ditentukan oleh banyak faktor, karena itu penilaian UIE lebih baik untuk populasi dari pada individu. Pada populasi, UIE digunakan untuk memperkirakan konsumsi rata rata yodium yang berasal dari makanan. Bila UIE dari populasi cukup baik, maka dapat diperkirakan status yodium populasi cukup terjaga, sehingga penurunan IQ dapat dicegah. Bila kita korelasikan antara hasil penilaian melalui %TGR dan median UIE, maka keduanya tidak memiliki korelasi, karena keduanya mencermikan keadaan yodium yang berbeda dari segi waktu. Demikian juga korelasi antara %TGR dan % cakupan garam beryodium ditingkat provinsi. Namun bila kita korelasikan antara %cakupan garam beryodium dengan median UIE maka keduanya memilki  korelasi  yang  cukup  baik  (r2=0.4727).  Pemberian  kapsul  yodium  ternyata  tidak mempunyai korelasi baik dengan UIE maupun dengan persentasi cakupan garam beryodium. Hal ini  disebabkan  karena sifat  kapsul yodium  akan  dibuang melalui  urin  pada  minggu  pertama setelah pemberian kapsul yodium kemudian sedikit demi sedikit menurun pada kurun waktu 6-9 bulan  setelah  pemberian.  Sedangkan  pengambilan  data  UIE  adalah  beberapa  bulan  setelah pemberian kapsul yodium. Perbedaan waktu tersebut menyebabkan tidak terdapatnya hubungan antara kedua variabel tersebut. Tulisan ini menguatkan bahwa untuk menilai cakupan garam beryodium dapat dicerminkan dengan penilaian menggunakan metoda yang tepat yaitu Urine Iodium Exretion (UIE) dan tidak lagi menggunakan TGR.(Jonathan, 2005)
Copyright (c) 1970 GIZI INDONESIA

Refbacks

  • There are currently no refbacks.