HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN KARAKTERSITIK LANSIA TERHADAP FUNGSI EKSEKUTIF OTAK DI POSBINDU (POS BINAAN TERPADU) RW 02 KOTA DEPOK

Margreth Abletara Banurea, Sugeng Wiyono, Ria Maria Theresa
| Abstract views: 330 | views: 2260

Abstract

Penurunan fungsi eksekutif terjadi pada hampir semua lansia yang disebabkan oleh perubahan biologis
yang dialaminya dan umumnya berhubungan dengan proses penuaan. Tetapi  penurunan fungsi eksekutif
juga  bisa  terjadi  karena  kurangnya  oksigenasi  jaringan  ke  otak  menyebabkan  terjadi  kerusakan  neuron
sehingga  merubah  struktur  dan  fungsi  otak  yang  diakibatkan  adanya  sumbatan  karena  kelebihan
kolesterol. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui Hubungan kolesterol total terhadap fungsi eksekutif
lansia di Posbindu Lansia RW 02 Kota Depok. Penelitian ini merupakan  studi analitik, menggunakan cross
sectional. Penelitian ini dilakukan di Posbindu Lansia RW 02 Kota Depok. Sampel adalah lansia berusia 60
tahun keatas dan memiliki status pendidikan minimal SD serta tidak mengalami gangguan pendengaran
yang datang ke Posbindu Lansia RW 02 Kota Depok. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu
non  probability  sampling  dengan  metode  purposive  sehingga  didapatkan  102  orang.  Instrumen  yang
digunakan  ialah  Trail-Making  Test  B.  Hasil  uji  Chi-Square  menunjukkan  bahwa terdapat  hubungan  yang
bermakna antara tingkat pendidikan dan tingkat usia terhadap fungsi eksekutif pada lansia (p=0,026 dan
p=0,001).  Untuk  kolesterol  total  dan  jenis  kelamin,  tidak  dijumpai  adanya  hubungan  dengan  fungsi
eksekutif lansia (p=0,165, p=0,217).

Kata kunci: kolesterol, fungsi eksekutif, lansia
Copyright (c) 1970 GIZI INDONESIA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.