EDUKASI GIZI UNTUK PENINGKATAN KUALITAS MENU ANAK BALITA DENGAN KONSUMSI GONAD BULU BABI (Sea urchins) SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PROTEIN PADA KELUARGA ETNIK BAJO SOROPIA

Wiralis Wiralis, Teguh Fathurrahman, Hariani Hariani, Wahyu Puji Nugraheni

Abstract


Suku Bajo mengandalkan hasil laut sebagai sumber pangan keluarga. Pada musim angin barat, nelayan tidak melaut, mengakibatkan tidak tersedia bahan pangan sumber protein, khususnya pada menu anak balita. Tujuan penelitian melakukan edukasi gizi untuk merubah persepsi keluarga dengan perbaikan pengetahuan, sikap dan keterampilan dan meningkatkan kualitas menu anak balita melalui pemanfaatan gonad Bulu babi (sea urchins).  Metode  penelitian pre- eksperimen dengan desain pre-post test untuk menilai hasil intervensi berupa edukasi gizi dengan bentuk penyuluhan kelompok, pendampingan dan lomba mengolah gonad Bulu babi untuk anak balita. Sampel terpilih adalah ibu anak balita sebanyak  50  orang. Intervensi dilakukan selama 4 bulan dari Agustus sampai November 2014. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan rerata pengetahuan  sebesar 32,8 poin; peningkatan sikap positif yang mendukung praktek kegizian 31,9 poin serta rerata keterampilan  92,7 poin. Uji statistik dengan t-test menunjukkan perbedaan signifikan. Terdapat  peningkatan pengetahuan gizi, sikap positif dan praktek gizi setelah intervensi dan terjadi perubahan kesadaran, ketertarikan, evaluasi dan uji coba  nilai bahwa gonad Bulu babi (Sea urchins) dapat menjadi sumber protein menu anak balita pada musim angin barat.

ABSTRACT

 Nutrition Education to Improve Quality of Menu for Children Under Five Through Consumption of Gonad Sea Urchins as an Alternative of Protein Source Food among Family Bajo Soropia Ethnic

Bajo tribe rely on seafood as a source of family food. In the west wind season, the fishermen can not go for fishing resulting in unavailability of protein rich food source, especially in the menu of children under five. The research objective is to study whether intervention of nutrition education may change the family perception through improvement in knowledge, attitudes and skills in order to increase the quality of the children-under-five diet through the utilization of sea urchin gonads. The research method was pre-experimental using pre and post test design to assess the impact of nutrition education with the method of group counseling, accompaniment of family, and finally competition of urchin gonads dish product for children under five meals among 50 families in the Bokori and Mekar villages. Nutrition education carried out for 4 months. The results showed that the mean knowledge improvement was 32.8 points, attitude was 31.9 points and skills was 92.7 points and these were significant achievement using t-test (p<0.05). In conclusion, through nutrition education, there were increasing in knowledge, attitude and practice to support health and nutrition. The family has been able to process more varied urchin gonads. In addition, there was increasing interest and acceptance of family in sea urchin gonads as an important part of the family menu especially for children-under-five.

 Keywords: sea urchin gonads, family dish, nutrition education, children-under-five, Bajo Soropia




Keywords


bulu babi, hidangan keluarga, edukasi gizi, anak bawah lima tahun, Bajo Soropia

References


Thilsted SH, Thorne-Lyman A, Webb P, Bogard JR, Subasinghe R, Phillips MJ, et al. Sustaining healthy diets: The role of capture fisheries and aquaculture for improving nutrition in the post-2015 era. Food Policy. 2016; 61:126-31.

Peribadi. Kedudukan dan Peranan Perempuan dalam Sistem Kekerabatan Masyarakat Bajo: Sebuah Studi Komunitas di Kecamatan Soropia Kabupaten Kendari, Propinsi Sulawesi Tenggara. Tesis. Bogor: PPS IPB, 2000.

Wiralis, Faturrahman T, Hariani, Nugraheni WP. Budaya makan tetehe dan tayong dalam upaya meningkatkan kualitas menu pada keluarga Suku Bajo Relokasi Pulau Bokori di Kabupaten Konawe. Laporan Akhir Riset Intervensi Kesehatan Berbasis Budaya Lokal. Surabaya: Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Litbangkes dan Poltekkes Kendari Kemenkes, 2015.

Herman S. Penggunaan leaflet dalam pendidikan gizi dan pengaruhnya terhadap tingkat pengetahuan ibu. Penel Gizi Makan. 1990; 13: 39-46.

Nuryanto, Pramono A, Puruhita N, Muis SF. Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan sikap tentang gizi anak sekolah dasar. Jur. Gizi Indonesia 2014; 3(1): 32-6.

Wahyuningsih NP, Nadhiroh SR, Adriani M. Media pendidikan gizi nutrition card berpengaruh terhadap perubahan pengetahuan makanan jajanan anak sekolah dasar. Media Gizi Indonesia. 2015; 10(1): 26-31.

Silalahio V, Aritonang E, Ashar T. Potensi pendidikan gizi dalam meningkatkan asupan gizi pada remaja putri yang anemi di Kota Medan. Kemas. 2016; 11(2): 98-102.

Suryanegara E, Suprajaka, Nahib I. Perubahan Sosial Pada Kehidupan Suku Bajo: Studi Kasus Di Kepulauan Wakatobi , Sulawesi Tenggara. Majalah Globe. 2015;17(1):67–78.

Silaban BB, Srimariana ES. Kandungan Nutrisi Dan Pemanfaatan Gonad Bulu Babi (Echinothirxs calamaris) dalam Pembuatan Kue Bluder. JPHPI. 2013;16(2):108–18.

Afifudin IK, Suseno sugeng H, Jacoeb AM. Profil Asam Lemak dan Asam Amino Gonad Bulu Babi. PHPI. 2014;17(1):60–70.

Dewi M, Aminah M. Pengaruh edukasi gizi terhadap feeding practice ibu balita stunting usia 6-24 bulan. Indones J Hum Nutr [Internet]. 2016;3(1):1–8. Available from: http://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/138

Muhajir N. Ilmu Pendidikan dan Perubahan Sosial. Jogyakarta: Rake Surasin; 2003.

Yudi H. Hubungan faktor sosial budaya dengan status gizi anak usia 6 – 24 bulan di kecamatan medan area kota medan tahun 2007. Universitas Sumatra Utara; 2008.


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 GIZI INDONESIA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.