HUBUNGAN BERAT DAN TINGGI BADAN ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KABUPATEN ACEH BESAR

Ampera Miko, Agus Hendra Al-Rahmad

Abstract


The nutrition status of population in the district of Aceh was considered as a public health problem. The malnutrition of under five year children such as wasting, stunting and underweight has brought  a negative impact on the health of the community. Malnutrition was –among other factors - influenced by family characteristic such as weight and height of the parents. The study was conducted in Aceh Besar. It used cross-sectional design with the  sample of 300 households with child aged under five years old . The research used secondary and primary data of PSG Aceh 2015. Data was obtained through documentation study and processed through data editing, coding, transferring and tabulating. The data was analyzed by univariate and bivariate using  chi-square test. The result has shown that there were relationship  between height and weight of the parents with  nutritional status of the children  using indicators of WFH and HFA (p<0,05). However, it was not true for  the mother’s weight (p>0,05). Weight and height of the fathers shown  the relationship (p<0,05) with nutritional status (WFA) of the children, but not for the mother's weight and height (p>0,05). In conclusion, the acute and chronic nutritional problems in the district of  Aceh Besar  were influenced by anthropometric status of the parents, especially the weight and height of the father. It was recommended that improvement of nutritional problems should be done through a direct approach such as growth monitoring, counseling on exclusive breastfeeding, providing of vitamin A and intensified efforts on changing of clean and healthy behavior.


ABSTRAK

 

Kabupaten Aceh mempunyai permasalahan kesehatan berdasarkan situasi status gizi. Balita mengalami malnutirisi seperti wasting, stunting dan underweight yang berdampak terhadap masalah kesehatan. Malnutrisi terjadi akibat keadaan gizi mapun faktor keturunan dari orang  tua. Tujuan penelitian untuk mengukur hubungan berat badan dan tinggi badan orang tua dengan status gizi balita. Penelitian berdesain potong-lintang, dilakukan di Aceh Besar dengan sampel rumah tangga yang mempunyai balita sebanyak 300 RT. Penelitian menggunakan data sekunder hasil PSG Aceh 2015, diperoleh melalui studi dokumentasi/observasi dan diolah mulai tahapan editing, coding, transfering sampai tabulating. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian, terdapat hubungan berat dan tinggi badan orang tua dengan status gizi balita berdasarkan indikator BB/TB dan TB/U (p< 0,05), tetapi tidak untuk berat badan ibu. Berat dan tinggi badan kepala keluarga menunjukkan hubungan (p< 0,05) dengan status gizi balita (BB/U), tetapi berat dan tinggi badan ibu tidak menunjukkan hubungannya). Kesimpulan, tingginya masalah gizi kronis dan akut di Kabupaten Aceh Besar merupakan akibat berat dan tinggi badan orang tua yang berperan dalam besarnya prevalensi gizi terutama berat dan tinggi badan kepala keluarga. Saran, perbaikan masalah gizi dapat dilakukan melalui pendekatan secara langsung yaitu pemantauan pertumbuhan, penyuluhan tentang ASI eksklusif dan Vitamin A serta MP-ASI serta upaya terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

 

Kata kunci: status gizi, balita, berat dan tinggi badan orang tu


Keywords


nutritional status, children, weight and height of parents

References


Van de Pas R, Hill PS, Hammonds R, Ooms G, Forman L, Waris A, et al. Global health governance in the sustainable development goals: Is it grounded in the right to health? Global Challenges 2017: 47-60.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Buku I: Agenda Pembangunan Nasional Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, 2014.

Tambipi S. Enam Provinsi Sulit Keluar dari Permasalahan Kemiskinan dan Prevalensi Gizi Kurang. 28 Feb 2015: [2-3 pp]. Available from: http://gizi.depkes.go.id/download_gizinet.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes). Pokok-pokok Hasil Riskesdas Nangroe Aceh Darussalam Tahun 2013. Jakarta: Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI, 2013.

Syafrida E, Lindawati, Alfridsyah, AL-Rahmad AH, Yusniwati. Laporan Manajemen Data Survei Pemantauan Status Gizi Provinsi Aceh Tahun 2015. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Aceh dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes RI Aceh. 2015.

Amosu AM, Degun AM, Atulomah NOS, Olanrewju MF. A study of the nutritional status of under-5 children of low-income earners in a South-Western Nigerian Community. Current Research Journal of Biological Sciences. 2011; 3(6):578-85.

Yang X, Ye R, Zheng J, Ren A. Analysis on influencing factors for stunting and underweight among children aged 3-6 years in 15 counties of Jiangsu and Zhejiang provinces. Chinese Journal of Epidemiology. 2010; 31(5): 509-9.

Zottarelli LK, Sunil TS, Rajaram S. Influence of parental and socioeconomic factors on stunting in children under 5 years in Egypt. East Mediterr Health J. 2007; 13(6): 1330-42.

Hanum F, Khomsan A, Heryatno Y. Hubungan asupan gizi dan tinggi badan ibu dengan status gizi anak balita. Jurnal Gizi dan Pangan. 2014; 9(1): 1-6.

Purnamasari H, Gunarso U, Rujito L. Overweight sebagai faktor risiko low back pain pada pasien poli saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Mandala of Health. 2010; 4(1): 26-32.

Sudikno, Syarief H, Dwiriani CM, Riyadi H. Faktor risiko overweight dan obese pada orang dewasa di Indonesia: Analisis data Riset Kesehatan Dasar 2013. Gizi Indon. 2015; 38(2): 91-104.

Sartika RAD. Faktor risiko obesitas pada anak 5-15 tahun di Indonesia. Makara Kesehatan. 2011; 15(1): 37-43.

Lee K, Kwon E-R, Park T-J, Park M-S, Lenders CM. Parental overweight as an indicator of childhood overweight: how sensitive? Asia Pac J Clin Nutr. 2006; 15(2): 196-200.

Zetlin M. Balita di Negara-Negara Berkembang, Peran Pola Asuh Anak, Pemanfaatan Hasil Studi Penyimpangan Positif Untuk Program Gizi. Prosiding Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VII; Jakarta. Jakarta: Kerjasama LIPI, Bappenas, UNICEF, Deptan, Depkes, BPS; 2000. p. 125-55.

Ruel MT, Alderman H, and the Maternal and Child Nutrition Study Group. Nutrition-sensitive interventions and programmes: how can they help to accelerate progress in improving maternal and child nutrition? Lancet. 2013; 382(9891): 536-51.

Dahlan MS. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Edisi ke-5. Jakarta: Penerbit Salemba Medika, 2011.

Rahmawati P. Management of diabetes mellitus type II not controlled with hypertension grade I. J Medula Unila. 2014; 3(1): 80-90.

Dinkes. Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Tahun 2015. Aceh Besar: Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar; 2015.

World Health Organization (WHO). Nutrition Landscape Information System (NLIS) Country Profile Indicators: Interpretation Guide. Geneva: WHO, 2010.

Barker M. Nutrition in the Womb. USA: The Barker Foundation, 2008.

Putri DSK, Wahyono TYM. Faktor langsung dan tidak langsung yang berhubungan dengan kejadian wasting pada anak umur 6–59 bulan di Indonesia tahun 2010. Media Litbangkes. 2013; 23(3): 110-21.

Rayhan MI, Khan MSH. Factors causing malnutrition among under five children in Bangladesh. Pak J Nutr. 2006; 5(6): 558-62.

Nadiyah, Briawan D, Martianto D.. Faktor risiko stunting pada anak usia 0-23 bulan di Provinsi Bali, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Jurnal Gizi dan Pangan. 2014; 9(2): 125-32.

Nasikhah R Margawati A. Faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan di Kecamatan Semarang Timur. Semarang: Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, 2012.

Amigo H, Bustos P, Radrigán ME. Is there a relationship between parent's short height and their children's? Social interclass epidemiologic study. Rev Med Chil. 1997; 125(8); 863-8.

Rahayu LS. Associated of height of parents with changes of stunting status from 6-12 months to 3-4 years. Thesis. Yogyakarta: Department of Health Science, Faculty of Medicine, Universitas Gajah Mada, 2011.

El Taguri A, Betilmal I, Mahmud SM, Monem Ahmed A, Goulet O, Galan P, et al. Risk factors for stunting among under-fives in Libya. Public Health Nutr. 2009; 12(8): 1141-9.

Aries M, Hardinsyah, Tuhiman H. Determinan gizi kurang dan stunting anak umur 0-36 bulan berdasarkan data program Keluarga Harapan (PKH) 2007. Jurnal Gizi dan Pangan. 2012; 7(1): 19-26.

Garcia S, Sarmiento OL, Forde I, Velasco T. Socio-economic inequalities in malnutrition among children and adolescents in Colombia: the role of individual-, household- and community-level characteristics. Public Health Nutr. 2013; 16(9): 1703-18.

Mulvany C. Deficits, DSH, and consumer behavior observations from the January CBO report. Healthcare Financial Management: Journal Of The Healthcare Financial Management Association. 2015; 69(4): 34-6.

Tarigan IU. Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak umur 6-36 bulan sebelum dan saat krisis ekonomi di Jawa Tengah. Bul Penel Kesehatan. 2003; 31(1): 1-12.

Hardinsyah. Review faktor determinan keragaman konsumsi pangan. Jurnal Gizi dan Pangan. 2007; 2(2): 55-74.

Depkes RI. Analisis Situasi Gizi & Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Direktorat Gizi Masyarakat. Departemen Kesehatan RI; 2004.

Norliani, Sudargo T, Budiningsari RD. Tingkat sosial ekonomi, tinggi badan orang tua dan panjang badan lahir dengan tinggi badan anak baru masuk sekolah. Berita Kedokteran Masyarakat (BKM). 2003; 21(4).

Greco L, Power C, Peckham C. Adult outcome of normal children who are short or underweight at age 7 years. BMJ Clin Res. 1995; 310(6981): 696-700.

Ulfani DH, Martianto D, Baliwati YF.. Faktor-faktor sosial ekonomi dan kesehatan masyarakat kaitannya dengan masalah gizi underweight, stunted, dan wasted di Indonesia: Pendekatan ekologi gizi. Jurnal Gizi dan Pangan. 2011; 6(1): 59-65.

Chandran V. Nutritional Status of Preschool Children: a Socio-economic Study of Rural Areas of Kasaragod District in Kerala. Journal of Shodhganga. 2009; X(December 2009): 163

Semba RD, de Pee S, Sun K, Sari M, Akhter N, Bloem MW. Effect of parental formal education on risk of child stunting in Indonesia and Bangladesh: a cross-sectional study. Lancet. 2008; 371(9609): 322-8.

Pratiwi RH, Suyatno S, Aruben R. Faktor-faktor yang berhubungan dengan berat-kurang (underweight) pada balita di perkotaan dan perdesaan Indonesia berdasarkan data Riskesdas tahun 2013. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal). 2015; 3(2): 127-37.

Fatimah S, Nurhidayah I, Rakhmawati W. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap status gizi pada balita di Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Majalah Keperawatan Unpad. 2008;10(18):37-51.


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 GIZI INDONESIA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.